1. |
Pendidikan |
: |
|
2.
|
Kader
|
:
|
|
3.
|
Pendidikan Kader
|
:
|
Usaha sadar dan terencana sebagai proses pengubahan
sikap dan budaya seseorang atau organisasi. Sehingga menghasilkan kelompok
orang- orang terlatih yang dengan penuh semangat bekerja dan terlibat
proaktif dalam mencapai visi ( tujuan ) bersama.
|
4.
|
Pengkaderan
|
:
|
Proses, cara, perbuatan mendidik, atau membentuk
seseorang menjadi kader
|
5.
|
Pemimpin
|
:
|
Pribadi yang dengan berani dan rendah hati menjadi
teladan bagaimana kepemimpinan merupakan sebuah pilihan dan bukan sebuah
posisi. Orang yang memiliki kesadaran diri yang tinggi ( memahami
kepribadian, kekuatan,
kelemahan, nilai- nilai, pandangan hidup, tujuan hidup
) dan memilih untuk melibatkan diri dalam perjuangan untuk perubahan mendasar
bangsa secara tuntas berdasarkan visi hidup . Juga orang yang punya kesadaran
organisasi, kesadaran sosial, kesadaran kebangsaan yang tumbuh sehat dalam
dirinya dan menginspirasi banyak orang. Seorang yang disiplin, berintegritas
dan memiliki kemantapan watak yang bersumber kepada iman dan kepercayaan yang
kuat. Seorang panutan, perintis, penyelaras dan pemberdaya di
organisasi/lingkungannya. |
6.
|
Watak
|
:
|
Sifat batin manusia yang mempengaruhi segenap pikiran
dan tingkah laku; budi pekerti; tabiat. Berwatak berarti berkepribadian;
bertingkah laku; mempunyai watak.
|
7.
|
Nilai- nilai
|
:
|
Sifat- sifat universal yang baik, berguna.
Membangkitkan kehendak dan mempengaruhi cara bertindak seseorang. Misalnya
nilai- nilai kejujuran, rendah hati, hormat
|
8.
|
Rasional
|
:
|
Menurut pikiran dan timbangan yang logis; menurut
pikiran yang sehat ; cocok dengan akal. Kerasionalan berarti pendapat yang
berdasarkan pemikiran yang bersistem dan logis.
Kesadaran : Keinsyafan; keadaan mengertI
|
9.
|
Kesadaran Diri
|
:
|
Kesadaran seseorang bahwa ia sendiri berbeda dengan
yang lain di sekitarnya. Dalam hal ini mencakup kesadaran akan kekuatan,
kelemahan, nilai- nilai, pandangan hidup dan tujuan hidup. Yang disadari
secara intelektual (pikiran) dan membuat diri berkehendak yang kuat atau
berkomitmen untuk berubah atau melakukan sesuatu bagi dunia. Sehingga
hidupnya berguna bagi orang lain.
|
10.
|
Integritas
|
:
|
Keterpaduan, kebulatan; keutuhan; jujur dan dapat
dipercaya. Keterpaduan antara apa yang dikatakan dengan yang dilakukan.
|
11.
|
Intelek
|
:
|
Daya atau proses pikiran yang lebih tinggi yang
berkenaan dengan pengetahuan; daya akal budi; kecerdasan berpikir;
terpelajar; cendikia.
|
12.
|
Inteligen
|
:
|
Mempunyai atau menunjukkan tingkat kecerdasan yang
tinggi; berpikiran tajam; cerdas; berakal
|
13.
|
Jujur
|
:
|
Lurus hati, tidak curang; tulus; ikhlas. Kejujuran
berarti ketulusan (hati); kelurusan (hati).
|
14.
|
Visi
|
:
|
Keadaan di masa depan. Perubahan yang terjadi dengan
kehadiran diri atau organisasi. Visi juga berarti dengan mata batin melihat
kemungkinan yang terdapat di dalam diri atau organisasi dalam hal- hal yang
pantas diperjuangkan. Visi dihasilkan ketika pikiran kita menghubungkan
kebutuhan, potensi dan kemungkinan.
|
15.
|
Disiplin
|
:
|
Ketaatan (kepatuhan) pada sesuatu yang telah
disepakati, diingini, dicita – citakan. Membayar harga yang harus dibayar
untuk mewujudkan visi (tujuan). Disiplin akan muncul bila visi bertemu dengan
komitmen. Kebalikan dari disiplin dan komitmen yang membuat kita rela untuk
berkorban adalah sikap mendahulukan keinginan sesaat (indulgence), yaitu
mengorbankan hal- hal penting dalam kehidupan, hanya demi kenikmatan sesaat.
Ciri – cirinya sebagai bentuk ekspresi diri biasanya : terlibat penuh,
konstan, ulet, konsisten, tegas, disiplin diri, berinisiatif, fokus, bersedia
berkorban.
|
16.
|
Gairah
|
:
|
Api, hasrat, dan kekuatan yang tumbuh dari keyakinan,
serta dorongan yang mempertahankan disiplin untuk berjuang menggapai visi.
Gairah itu muncul kalau kita menemukan dan memanfaatkan “panggilan jiwa “
kita untuk menggapai tujuan yang luhur atau besar. Gairah muncul bila
kebutuhan bertemu dengan bakat unik diri. Bentuk ekspresi dari seorang yang
punya gairah biasanya optimis, penuh harapan, berani, tegas/menguatkan,
memotivasi, menantang, berpengaruh, berorientasi pada orang, empatik,
sinergis , inklusif.
|
17.
|
Nurani
|
:
|
Kesadaran moral mengenai apa yang baik dan buruk, dan
dorongan untuk menggapai makna dan memberi sumbangan nyata. Nurani adalah
kekuatan yang mengarahkan kita dalam menggapai visi, mendayagunakan disiplin
dan gairah hidup. Ciri- ciri dalam ekspresi diri biasanya : antusias,
intuitif, bertanggungjawab, bajik, integritas, bijak, adil, pelayan, rendah
hati, penuh greget karena terinspirasi, penuh bela rasa, hormat, etis,
berkelimpahan, berorientasi pada tujuan mulia.
|
18.
|
Pengenalan Diri
|
:
|
Proses mengenal diri berdasarkan analisis sejarah
diri, psikologis. Mengenal kepribadian, bakat, kekuatan, kelemahan, nilai-
nilai, pandangan hidup, visi (tujuan hidup) pribadi di tengah situasi sosial
ekonomi dan politik bangsa. Menjadikan diri sendiri menjadi objek penelitian.
Menelisik diri secara subjektif ( kebenaran yang diyakini secara personal
dengan panduan hati nurani yang bersumber pada nilai- nilai universal)
|
19.
|
Relaksasi
|
:
|
Salah satu metode pengenalan diri. Melakukan upaya
reflektif untuk masuk ke wilayah kesadaran dan alam bawah sadar. Mencapai
suasana reflektif dengan relaks. Seperti berjalan (cross country)
|
20.
|
Cross Country
|
:
|
Berjalan menyusuri alam ( hutan, sungai ). Berjalan
dengan tenang mencapai gelombang otak alfa, wilayah alam bawah sadar. Kondisi
setengah sadar. Melakukan refleksi diri dengan berjalan santai
22. Kemiskinan : Keadaan miskin. Serba kekurangan. Tak
mendapatkan kebutuhan makan, pakaian, tinggal, pendidikan dan kesehatan yang
layak. Orang- orang papa (sangat miskin), mereka miskin bukan karena kurang
kerja keras, tetapi sistem ekonomi politik yang dibangun pemerintah tidak
berpihak kepada mereka.
|
21.
|
Analisa Sosial
|
:
|
Menganalisis situasi sosial dengan metode analisa
sosial yang kritis
|
22.
|
Perencanaan
Strategis
|
:
|
Merencanakan sesuatu yang berdampak luas dan berjangka
panjang. Berdasarkan analisa kondisi eksternal yang tepat dan analisa
internal yang jujur melihat potensi organisasi, sehingga mampu memposisikan
dan mengelola isu spesifik menjadi aktivitas strategis organisasi yang
berpengaruh besar
|
23.
|
Bincang
Kehidupan
|
:
|
Melakukan bincang- bincang informal. Berbincang-
bincang ringan sambil menanamkan nilai- nilai, motivasi dan makna kehidupan.
Aktivitas tersebut juga di dukung oleh kreasi dan ekspresi diri peserta dalam
bercanda, bernyanyi, puisi dll. Upaya mengasah jiwa dan keasyikan
berkomunitas
|
24.
|
Analisa Situasi
Nasional
|
:
|
Menganalisis situasi bangsa yang kritis, yang sudah
tidak merdeka lagi. Dan menanamkan ke peserta untuk segera bertindak, sekecil
apapun
|
25.
|
Ut Omnes Unum
Sint
|
:
|
PA Ut Omnes Unum Sint dilakukan untuk mendalami dan
meresapkan makna kebersamaan, berkomunitas. Sehingga setiap orang menyadari
pentingnya kebersamaan dalam berjuang dan bergerak bagi perubahan organisasi
maupun bangsa
|
Rabu, 26 Februari 2014
KAMUS PERGERAKAN
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Popular Post
-
1. ISTILAH PERSIDANGAN Persidangan adalah suatu media atau tempat untuk merumuskan suatu masalah yang muncul dalam suatu komunitas yan...
-
Kewenangan Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah Terkait Dengan Dana Bagi Hasil Makalah Diajukan Sebagai Salah Satu Tugas Mata K...
-
1. 1. Belajar Sama- sama Bekerja sama- sama Bernyanyipun sama Semua orang itu guru Alam raya sekolahku Sejahterah bangsa...
-
By: Irvan Simanjuntak (Dep. Komunikasi 2014-2015 Sekretaris Cabang 2015-2016) Tak ada awal yang tak berakhir Segalanya tertuang da...
-
Ketika kita search ke google tentang judul "Mendorong anak agar gemar membaca" , maka kita akan disuguhkan berbagai cara, tips...
-
a. GMKI sebagai organisasi Nirlaba NIRLABA secara sederhana berarti tidak mencari laba (non profit ...
-
By: Irvan Simanjuntak Berbicara tentang organisasi, banyak organisasi yang ada di Indonesia. Organisasi yang datang dari berbagai latar...
-
TANJUNGPINANG BUTUH PERAN MAHASISWA Oleh: Irvan Simanjuntak Ketua Cabang GMKI Tanjungpinang Pekik-pekik semangat dari jiwa maha...
-
Oleh: Irvan Simanjuntak 300 Pemuda dikumpulkan oleh Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) dari seluruh kabupaten/kota Provinsi Kepulauan...
-
Oleh Irvan Simanjuntak Mahasiswa STIKOM IGA Dept. Komunikasi GMKI Tanjungpinang (Diterbitkan Di Tanjungpinang Pos) “Jadila...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar